BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MEDIAONLINE "SENTRAL ONE"

Perhatian Publik ke Hotel Mocca: Dugaan Minimnya Verifikasi Tamu Pasangan Non-Muhrim

 

Padang – Aktivitas mencurigakan yang diduga melanggar norma sosial dan peraturan daerah kembali menjadi sorotan di Kota Padang. Sebuah hotel yang berlokasi di kawasan Ujung Belakang Olo No. 5, Kecamatan Padang Barat, diduga kerap menerima tamu pasangan muda-mudi tanpa ikatan pernikahan secara bebas.

Peristiwa yang terpantau pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB tersebut menggambarkan kondisi yang memicu keresahan masyarakat sekitar. Pada malam itu, suasana cerah dengan langit dihiasi cahaya bulan dan bintang justru berbanding terbalik dengan aktivitas di lokasi hotel yang terlihat semakin ramai oleh pasangan yang datang berdua.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pasangan muda-mudi terlihat datang bergandengan tangan dan langsung menuju area resepsionis untuk memesan kamar. Tanpa pengawasan ketat terkait status hubungan, pasangan tersebut kemudian bebas memasuki kamar hotel.

Tidak hanya itu, terdapat indikasi upaya untuk menghindari identifikasi. Salah satu pasangan bahkan terlihat kembali ke area parkir setelah melakukan check-in untuk membuka atau melepas plat nomor kendaraan mereka, yang diduga bertujuan agar tidak mudah dikenali oleh pihak lain.

Situasi ini menimbulkan dugaan bahwa praktik tersebut bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Apalagi, hotel tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sorotan aparat penegak hukum, termasuk dugaan pernah dilakukan penertiban oleh aparat dari kepolisian daerah terkait aktivitas yang melanggar norma.

Lebih lanjut, sumber di lapangan menyebutkan bahwa pihak manajemen hotel terkesan tidak melakukan verifikasi ketat terhadap tamu yang datang berpasangan. Bahkan, terdapat dugaan upaya dari pihak tertentu untuk membatasi pemberitaan terkait aktivitas di hotel tersebut.

Kondisi ini dinilai berpotensi melanggar Peraturan Daerah Kota Padang terkait Penyakit Masyarakat (PEKAT), yang secara tegas mengatur larangan terhadap aktivitas yang bertentangan dengan norma agama dan sosial yang berlaku di tengah masyarakat Minangkabau.

Selain persoalan norma, kekhawatiran lain juga muncul dari sisi kesehatan masyarakat. Praktik hubungan bebas tanpa pengawasan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, yang pada akhirnya dapat berdampak luas bagi lingkungan sekitar.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya atas situasi tersebut. Ia menilai keberadaan hotel yang diduga membebaskan aktivitas pasangan ilegal sangat meresahkan, terlebih lokasinya berada dekat dengan pemukiman warga dan tempat ibadah.

“Masyarakat berharap pemerintah kota segera turun tangan. Jangan sampai hal seperti ini dibiarkan karena bisa merusak moral generasi muda dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Warga juga mendesak Pemerintah Kota Padang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin operasional hotel-hotel yang diduga melanggar aturan. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting untuk menjaga ketertiban umum serta nilai-nilai adat dan agama yang dijunjung tinggi di daerah tersebut.

Dalam waktu dekat, tim awak media berencana akan menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Kota Padang dan instansi terkait guna mendorong adanya tindakan konkret. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi penertiban dan pengawasan lebih ketat terhadap tempat usaha yang berpotensi melanggar aturan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen hotel terkait dugaan yang beredar. Prinsip keberimbangan tetap dikedepankan, dan ruang klarifikasi terbuka bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan.(TIM)

Posting Komentar

0 Komentar