BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MEDIAONLINE "SENTRAL ONE"

Dari Birokrat ke Begawan Politik: Kiprah Syamsu Rahim Membangun Solok Raya yang Tak Terlupakan

Dalam catatan sejarah kepemimpinan di Sumatera Barat, nama Drs. H. Syamsu Rahim menempati posisi yang sangat istimewa. Ia adalah sedikit dari sekian tokoh yang memiliki rekam jejak "langka": dipercaya rakyat untuk memimpin dua daerah administratif berbeda, yakni sebagai Wali Kota Solok dan kemudian sebagai Bupati Solok.

Lahir pada 6 Maret 1956, perjalanan karier Syamsu Rahim adalah potret nyata dedikasi seorang birokrat tulen yang bertransformasi menjadi politisi ulung demi kemajuan tanah kelahirannya.

Spesialis Pembangunan: Dari Kota ke Kabupaten

Keberhasilan Syamsu Rahim memimpin dua wilayah Solok seringkali menjadi buah bibir. Ia memulai debut kepemimpinan daerahnya sebagai Wali Kota Solok (2005–2010). Di bawah arahannya, Kota Solok diperkuat posisinya sebagai titik simpul perdagangan strategis di lintas Sumatera.

Tak berhenti di sana, kepercayaan masyarakat justru meluas. Pada Pilkada 2010, ia terpilih menjadi Bupati Solok (2010–2015). Berpasangan dengan Desra Ediwan Anantanur, Syamsu Rahim berhasil mengelola kompleksitas wilayah kabupaten yang luas dengan fokus pada sektor agraris dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Ditempa dari Akar Rumput Birokrasi

Ketajaman Syamsu Rahim dalam memimpin tidak datang secara instan. Ia adalah lulusan APDN Bukittinggi dan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1987. Kariernya dimulai dari bawah, mulai dari menjabat sebagai Camat Barangin di Sawahlunto hingga menjadi Asisten di Sekretariat Daerah.

Pengalamannya semakin matang saat terjun ke dunia legislatif. Ia tercatat sebagai Ketua DPRD Kota Sawahlunto selama dua periode (1999–2005). Kombinasi pengalaman sebagai eksekutif (Wali Kota/Bupati) dan legislatif (Ketua DPRD) inilah yang membuatnya dijuluki sebagai pemimpin yang sangat paham "celah" birokrasi demi kepentingan publik.

Pribadi yang Teguh di Tengah Dinamika Politik

Perjalanan karier Syamsu Rahim tentu tak lepas dari kerikil tajam. Sebagai mantan Ketua DPW Partai NasDem Sumbar, ia pernah melewati dinamika politik internal yang cukup kencang. Namun, bagi Syamsu, riak-riak politik adalah bagian dari pendewasaan demokrasi

Meskipun dalam kontestasi menuju Senayan pada 2019 ia belum berhasil meraih kursi, nama Syamsu Rahim tetap harum sebagai "begawan" politik di Solok Raya. Ia tetap menjadi rujukan bagi para politisi muda di Sumatera Barat karena kemampuan komunikasinya yang inklusif dan jaringannya yang luas.

Warisan Kepemimpinan untuk Solok Raya

Hingga kini, warisan pembangunan yang ia tinggalkan di Kota maupun Kabupaten Solok masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sosoknya menjadi bukti bahwa dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman lapangan yang mumpuni, seorang pemimpin bisa membawa perubahan nyata di mana pun ia ditempatkan.

Syamsu Rahim adalah simbol bahwa pengabdian tidak mengenal batas wilayah. Dari Sawahlunto, ke Kota Solok, hingga Kabupaten Solok, ia telah mewakafkan pemikirannya untuk kemajuan Sumatera Barat.

Rls 

Posting Komentar

0 Komentar