PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus mendorong terciptanya budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan yang humanis kepada masyarakat..
Salah satunya diwujudkan melalui program Polantas Karib yang dilaksanakan jajaran Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Sumbar. Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan lalu lintas, tetapi juga hadir secara langsung untuk memberikan edukasi serta teguran kepada pengguna jalan yang masih mengabaikan aspek keselamatan
Dalam materi publikasi Sat PJR Sumbar V Ditlantas Polda Sumbar, terlihat personel memberikan teguran secara humanis kepada seorang pengendara sepeda motor yang diketahui tidak menggunakan helm.
Teguran tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran masyarakat bahwa keselamatan berkendara harus dimulai dari diri sendiri.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., dalam berbagai edukasi keselamatan lalu lintas menekankan pentingnya masyarakat melengkapi perlengkapan keselamatan sebelum berkendara, termasuk menggunakan helm berstandar SNI.
Program Polantas Karib juga menjadi sarana untuk mendekatkan personel kepolisian dengan masyarakat. Pendekatan dilakukan dengan cara yang komunikatif dan persuasif, sehingga pesan keselamatan dapat diterima dengan baik oleh pengguna jalan.
“Gunakan helm SNI demi keselamatan bersama,” menjadi salah satu pesan utama yang ditonjolkan dalam materi kegiatan tersebut.
Penggunaan helm bukan semata-mata berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi merupakan bagian penting dari perlindungan diri ketika seseorang mengendarai sepeda motor.
Korlantas Polri juga menjelaskan bahwa kewajiban penggunaan helm berstandar SNI bagi pengemudi dan penumpang sepeda motor diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Korlantas Polri
Melalui pendekatan Polantas Karib, personel Ditlantas Polda Sumbar berupaya mengubah pola pikir masyarakat agar tertib berlalu lintas bukan hanya karena adanya petugas di lapangan, tetapi karena adanya kesadaran mengenai pentingnya keselamatan.
Bagi pengendara sepeda motor, penggunaan helm SNI harus menjadi kebiasaan setiap kali melakukan perjalanan, baik dalam jarak dekat maupun jauh.
Selain penggunaan helm, masyarakat juga terus diingatkan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara, mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman serta memperhatikan kondisi kendaraan sebelum digunakan.
Pesan-pesan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polda Sumatera Barat.
Pendekatan humanis yang dilakukan personel diharapkan dapat membangun hubungan yang semakin dekat antara polisi lalu lintas dengan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan Polantas tidak hanya dipandang sebagai aparat yang melakukan penindakan, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Melalui Polantas Karib, Ditlantas Polda Sumbar terus mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Tertib berlalu lintas bukan hanya untuk menghindari pelanggaran, tetapi untuk memastikan setiap orang dapat berangkat dan kembali ke rumah dengan selamat.
Langkah edukatif dan preventif seperti ini diharapkan dapat terus memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus mendukung komitmen Ditlantas Polda Sumbar dalam menghadirkan pelayanan lalu lintas yang humanis, profesional dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Tertib Berlalu Lintas, Selamat Sampai Tujuan
Rls
0 Komentar