Kabupaten Sorong – Polda Papua Barat Daya terus menunjukkan komitmennya dalam menjaring calon anggota Polri yang profesional dan berintegritas melalui pelaksanaan tahapan seleksi yang ketat dan berstandar nasional. Memasuki tahapan penting dalam proses rekrutmen Calon Bintara Polri Tahun Anggaran 2026, sebanyak 49 peserta mengikuti pemeriksaan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) dan Psikologi Tahap II yang digelar di Kabupaten Sorong, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong tersebut menjadi salah satu tahapan strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan mengemban tugas sebagai anggota Polri. Dari total peserta yang mengikuti seleksi, terdiri dari 41 calon Bintara pria dan 8 calon Bintara wanita yang telah dinyatakan memenuhi syarat pada tahapan sebelumnya.
Pelaksanaan seleksi dibagi dalam dua kelompok guna menjamin efektivitas dan ketelitian proses penilaian. Sebagian peserta menjalani wawancara Psikologi Tahap II yang bertujuan mengukur kematangan emosional, kemampuan berpikir, stabilitas kepribadian, serta kesiapan mental dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian. Sementara peserta lainnya mengikuti pemeriksaan PMK yang difokuskan pada penelusuran latar belakang kepribadian, perilaku, serta integritas calon anggota Polri.
Polda Papua Barat Daya menegaskan bahwa tahapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dalam memastikan setiap peserta memiliki karakter, moral, dan kemampuan psikologis yang sesuai dengan tuntutan profesi kepolisian di masa depan. Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim yang berkompeten dengan mengedepankan prinsip profesionalisme dan transparansi.
Melalui Karo SDM Polda Papua Barat Daya Kombes Pol I Dewa Gde Juliana, Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny S.A. Hengkelare menjelaskan bahwa seluruh proses seleksi penerimaan anggota Polri dilaksanakan berdasarkan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut menjadi landasan utama dalam setiap tahapan rekrutmen guna memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta tanpa adanya praktik kecurangan maupun intervensi dari pihak mana pun.
Menurutnya, kualitas personel Polri tidak hanya diukur dari kemampuan akademik dan fisik semata, tetapi juga dari aspek kepribadian, integritas, serta kesiapan mental dalam melaksanakan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Oleh karena itu, tahapan PMK dan Psikologi Tahap II menjadi instrumen penting dalam menilai kesiapan calon anggota sebelum melangkah ke tahapan seleksi berikutnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian seleksi berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Para peserta mengikuti setiap proses dengan penuh keseriusan dan tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia. Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai prosedur serta menjaga kredibilitas proses rekrutmen.
Polda Papua Barat Daya berharap melalui seleksi yang transparan dan berkualitas ini akan lahir generasi anggota Polri yang memiliki kompetensi, dedikasi, serta integritas tinggi dalam menjalankan tugas negara. Rekrutmen yang bersih dan profesional diharapkan mampu menghasilkan personel yang siap menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian serta mampu menjadi pelayan masyarakat yang humanis dan dipercaya publik.
Dengan berjalannya tahapan PMK dan Psikologi Tahap II ini, proses penerimaan Calon Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Papua Barat Daya memasuki fase yang semakin menentukan dalam upaya mencetak sumber daya kepolisian yang unggul, modern, dan presisi untuk masa depan.
(TK)

0 Komentar