PADANG | Di balik tembok pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang, masih tersimpan banyak cerita tentang pendidikan yang sempat terputus. Sebagian warga binaan harus meninggalkan bangku sekolah jauh sebelum cita-cita mereka tercapai. Kondisi itulah yang kini mendapat perhatian dari Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Ronaldo Devinci Talesa, melalui upaya menghadirkan kembali akses pendidikan bagi para warga binaan.
Langkah tersebut mulai diwujudkan melalui koordinasi yang dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang pada Kamis (18 Juni 2026). Bertempat di Kantor Disdikbud Kota Padang di kawasan Belakang Tangsi, pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan pembahasan yang terfokus pada pendidikan kesetaraan.
Dalam kegiatan itu, Kalapas Kelas IIA Padang Ronaldo Devinci Talesa bersama jajaran diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova beserta jajaran. Kedua instansi membangun komunikasi untuk menyusun langkah-langkah yang diperlukan dalam merealisasikan program Paket A, Paket B, dan Paket C bagi warga binaan yang belum menuntaskan pendidikan formal.
Bagi Ronaldo Devinci Talesa, pembinaan tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan dan keterampilan kerja. Ada aspek lain yang tak kalah penting, yakni memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk kembali memperoleh pendidikan yang pernah terhenti.
Karena itu, pembahasan yang dilakukan bersama Disdikbud Kota Padang tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Berbagai aspek teknis mulai dipetakan, termasuk pendataan warga binaan yang berpotensi mengikuti program pendidikan kesetaraan hingga mekanisme pelaksanaannya di lingkungan lapas.
Menurut Ronaldo Devinci Talesa, pendidikan menjadi salah satu modal penting bagi warga binaan ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Dengan bekal tersebut, mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk menata masa depan.
"Melalui koordinasi ini, kami ingin membuka kesempatan bagi warga binaan yang selama ini belum menyelesaikan pendidikan. Harapannya, program Paket A, Paket B, dan Paket C nantinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi mereka sebagai bekal setelah menjalani masa pembinaan," kata Ronaldo Devinci Talesa.
Kehadiran jajaran Disdikbud Kota Padang yang dipimpin Yopi Krislova menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Pertemuan berlangsung dengan pembahasan yang mengedepankan solusi agar program pendidikan kesetaraan dapat terlaksana sesuai ketentuan yang berlaku.
Program Paket A, Paket B, dan Paket C selama ini menjadi jalur pendidikan nonformal yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh ijazah setara SD, SMP, maupun SMA. Bagi sebagian warga binaan, program tersebut dapat menjadi jalan untuk melanjutkan impian yang sempat tertunda.
Di dalam lapas sendiri, tidak sedikit warga binaan yang harus menghentikan pendidikan akibat berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, kehadiran program kesetaraan menjadi peluang untuk kembali menapaki jenjang pendidikan yang pernah mereka tinggalkan.
Sinergi yang dibangun antara Lapas Kelas IIA Padang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang menunjukkan bahwa proses pembinaan memiliki makna yang lebih luas. Bukan hanya menjalani masa pidana, tetapi juga menyiapkan manusia agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas.
Suasana pertemuan yang berlangsung sederhana tersebut dipenuhi dengan pembahasan yang mengarah pada pelaksanaan nyata di lapangan. Tidak ada kemegahan ataupun seremoni berlebihan, melainkan komunikasi antarinstansi demi menghadirkan layanan pendidikan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga binaan.
Bagi Ronaldo Devinci Talesa, kesempatan belajar merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembinaan. Sebab, pendidikan mampu membuka ruang bagi seseorang untuk meningkatkan kemampuan diri dan memperbesar peluang memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Langkah yang sedang dipersiapkan ini sekaligus menjadi harapan baru bagi warga binaan yang selama ini belum sempat menamatkan pendidikan. Dengan adanya program Paket A, Paket B, dan Paket C, mereka memiliki peluang untuk kembali mengejar ijazah yang pernah tertinggal.
Di tengah berbagai tantangan yang ada, koordinasi antara Lapas Kelas IIA Padang dengan Disdikbud Kota Padang menjadi langkah awal yang diharapkan dapat membawa manfaat nyata. Sebab, pendidikan tidak mengenal batas ruang dan waktu, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.
Ketika masa pidana berakhir, bekal ilmu yang diperoleh diharapkan mampu menjadi modal bagi warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri. Dan dari ruang pertemuan sederhana di Kantor Disdikbud Kota Padang itu, harapan tersebut mulai dirintis satu langkah demi satu langkah.
Pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang pembinaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga tentang upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali berperan di tengah masyarakat. Sinergi antara Lapas Kelas IIA Padang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang dalam mematangkan program Paket A, Paket B, dan Paket C menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi warga binaan sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik
TIM RMO
0 Komentar