Kota Sorong PBD - Bank Indonesia terus memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Papua Barat Daya melalui program Torang Muamalah yang berfokus pada penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) halal. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun rantai nilai halal daerah yang lebih kuat melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan serta inovasi usaha syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Mal Paragon, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sawagumu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Kamis (2/7/2026), dihadiri unsur pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas ekonomi syariah, serta sejumlah mitra strategis. Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan UMKM berbasis halal sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, dalam sambutannya mengatakan bahwa Torang Muamalah merupakan program yang secara konsisten dilaksanakan sebagai rangkaian penguatan ekosistem ekonomi syariah di Tanah Papua. Menurutnya, Papua Barat Daya masih membutuhkan penguatan dari berbagai aspek agar mampu menghasilkan lebih banyak pelaku usaha halal yang berdaya saing.
Ia menjelaskan bahwa Bank Indonesia selama ini telah menyelenggarakan berbagai program pembinaan, pelatihan, serta pendampingan kepada UMKM guna meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas penerapan standar halal. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sehingga dapat menembus pasar yang lebih luas.
"Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak UMKM halal yang mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. Karena itu, kolaborasi seluruh pihak menjadi sangat penting dalam memperkuat ekonomi syariah di Papua Barat Daya," ujar Setian.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan melalui pengembangan UMKM, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Drs. Yakop Karet, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia dalam menghadirkan program Torang Muamalah. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, katanya, memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pemberdayaan UMKM, khususnya yang berbasis ekonomi dan keuangan syariah.
Menurut Yakop Karet, pengembangan UMKM halal tidak hanya menjadi peluang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi strategi penting dalam memperkuat perekonomian daerah melalui pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki Papua Barat Daya.
Melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan ekosistem halal di Papua Barat Daya dapat berkembang lebih kuat, mampu meningkatkan kualitas produk UMKM, membuka akses pasar yang lebih luas, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan Torang Muamalah ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pengembangan UMKM halal dan penguatan ekonomi syariah di Papua Barat Daya.
(Timo)

0 Komentar