Kaimana PB – Usai mengikuti upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127, Bupati Kaimana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung melakukan peninjauan terhadap jembatan yang telah dibangun melalui program tersebut di Kampung Marsi, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, Rabu (11/3/2026).
Peninjauan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan setelah selesainya program TMMD yang dilaksanakan oleh Kodim 1804/Kaimana di bawah jajaran Kodam XVIII/Kasuari. Kehadiran para pimpinan daerah bertujuan untuk memastikan bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan selama program TMMD benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Bupati Kaimana Hasan Achmad Aituarauw bersama Danrem 182/JO Irwan Budiana, Dandim 1804/Kaimana Letkol Kav M. Sulistyo Nugroho serta Kapolres Kaimana Satria Dwi Dharma tampak berjalan bersama meninjau jembatan kayu yang telah selesai dibangun oleh Satgas TMMD bersama masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi jembatan yang kini telah dapat digunakan oleh warga sebagai penghubung antarwilayah di Kampung Marsi. Infrastruktur tersebut sebelumnya menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat karena berfungsi sebagai akses penting bagi aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga, transportasi hasil kebun, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan masyarakat.
Bupati Kaimana Hasan Achmad Aituarauw menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada TNI, khususnya jajaran Kodim 1804/Kaimana, atas pelaksanaan program TMMD yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Program TMMD ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di kampung-kampung. Jembatan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat karena mempermudah akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Sementara itu, Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana menegaskan bahwa TMMD bukan hanya sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama TMMD dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah kehidupan warga.
“Keberhasilan pembangunan ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak, terutama masyarakat yang turut terlibat langsung dalam proses pengerjaan bersama Satgas TMMD,” katanya.
Program TMMD Ke-127 sendiri telah berlangsung selama 30 hari sejak 10 Februari 2026 dengan berbagai sasaran pembangunan, baik fisik maupun nonfisik. Selain pembangunan jembatan di Kampung Marsi, Satgas TMMD juga menyelesaikan pembangunan rumah layak huni tipe 36, dua unit MCK, tiga titik sumur bor, serta pembukaan akses jalan baru sepanjang 400 meter.
Kegiatan tersebut turut dilengkapi dengan berbagai program nonfisik seperti penyuluhan kepada masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta sosialisasi rekrutmen prajurit TNI AD bagi generasi muda di wilayah Kabupaten Kaimana.
Peninjauan jembatan oleh Bupati dan jajaran Forkopimda menjadi simbol bahwa hasil kerja keras selama program TMMD kini telah siap dimanfaatkan oleh masyarakat.
Masyarakat Kampung Marsi yang turut menyaksikan kegiatan tersebut menyambut baik keberadaan jembatan baru itu. Mereka berharap infrastruktur tersebut dapat meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dengan berakhirnya TMMD Ke-127, pemerintah daerah bersama TNI berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama program berlangsung dapat terus dijaga, sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk merawat serta memanfaatkan hasil pembangunan demi kemajuan kampung dan kesejahteraan bersama.
(TK)
Tag:
#tni,#tniad,#tniadmengabdidanmembangunbersamarakyat,#tmmd127,#spenad

0 Komentar