BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MEDIAONLINE "SENTRAL ONE"

Wali Kota Sorong Resmikan Gedung KRIS dan UPD, RSUD Selebesolu Naik Kelas Rumah Sakit Rujukan

 

Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan melalui peresmian Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Gedung Unit Pengelola Darah (UPD) di RSUD Selebesolu, Rabu (11/02/2026). Peresmian ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Sorong Septinus Lobat, SH., MPA, didampingi Wakil Wali Kota H. Anshar Karim dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Momentum ini disebut sebagai tonggak penting transformasi pelayanan kesehatan di ibu kota Provinsi Papua Barat Daya. Wali Kota Septinus Lobat dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah menghadirkan pelayanan yang setara, bermutu, dan dapat diakses seluruh warga tanpa diskriminasi kelas,” tegasnya.

KRIS: Standar Baru Layanan Rawat Inap

Gedung KRIS yang diresmikan memiliki kapasitas 64 tempat tidur, masing-masing 32 unit di dua lantai, dengan luas bangunan 1.140 meter persegi dan anggaran pembangunan sebesar Rp11,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kehadiran KRIS menandai perubahan sistem kelas rawat inap menjadi standar tunggal sesuai kebijakan nasional.

Direktur RSUD Selebesolu, drg. Petronela Jitmau, menjelaskan bahwa implementasi KRIS mengacu pada 12 kriteria pelayanan yang menjamin kesetaraan fasilitas medis dan non-medis bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Dengan KRIS, tidak ada lagi perbedaan kelas 1, 2, dan 3. Semua pasien mendapatkan standar pelayanan yang sama. Ini adalah langkah besar menuju keadilan dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan gedung baru ini juga menjawab kebutuhan kapasitas rawat inap yang terus meningkat di Kota Sorong dan wilayah penyangga.

UPD Dorong Kemandirian Layanan Darah

Selain KRIS, pembangunan Gedung Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) menjadi sorotan utama. Dengan pengembangan ini, status pelayanan transfusi darah RSUD Selebesolu ditargetkan meningkat dari tingkat pratama menjadi madya.

Gedung baru seluas 235,75 meter persegi tersebut dibangun dengan anggaran Rp5,9 miliar. Fasilitas ini diperkuat dengan pengadaan alat pelayanan transfusi darah, UPS untuk menjamin stabilitas listrik, serta satu unit ambulans khusus UTD guna mendukung kegiatan donor darah keliling.

Wali Kota menegaskan bahwa ketersediaan darah yang aman dan cepat merupakan bagian vital dari sistem rujukan medis, terutama untuk kasus darurat, operasi, hingga penanganan ibu melahirkan.

“Tidak boleh ada pasien yang tertunda penanganannya hanya karena keterbatasan darah. Ini komitmen kita,” katanya.

Siapkan Layanan Penyakit Katastropik

Lebih jauh, RSUD Selebesolu juga tengah menuntaskan pembangunan Gedung Kanker, Jantung, Stroke, dan Urologi (KJSU) senilai Rp12,8 miliar. Meski progresnya sempat terkendala cuaca dan baru mencapai 89 persen di akhir 2025, penyelesaiannya ditargetkan rampung akhir Februari 2026.

Gedung ini menjadi syarat utama penerimaan bantuan alat kesehatan canggih dari Kementerian Kesehatan, termasuk CT Scan dan Cath Lab. Jika seluruh tahapan selesai, RSUD Selebesolu akan semakin siap menjadi rumah sakit rujukan regional untuk penyakit katastropik.

Direktur RSUD menegaskan bahwa penguatan layanan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Dokter dan perawat telah mengikuti pelatihan untuk mendukung layanan hemodialisa dan endoskopi, seiring meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal yang tercatat mencapai 625 orang per Agustus 2025.

Infrastruktur Penunjang Tak Luput Diperkuat

Sebagai bagian dari peningkatan standar operasional rumah sakit, pemerintah juga membangun instalasi Water Treat

(Timo)

Posting Komentar

0 Komentar