BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MEDIAONLINE "SENTRAL ONE"

Polres Sorong Buru Pelaku Penikaman IRT di Halaman Gereja, Motif Masih Misterius Polisi Sudah Kantongi Identitas: Satreskrim Kejar Pelaku

Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya — Kepolisian Resor Sorong terus mengintensifkan penyelidikan kasus penikaman yang menewaskan seorang ibu rumah tangga muda di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong. Peristiwa yang terjadi pada Minggu pagi tersebut mengundang perhatian masyarakat karena kejadian saat suasana ibadah masih berlangsung.

Korban diketahui bernama Cristina Ewit Syufi (22). Berdasarkan hasil awal penyelidikan, korban datang ke lokasi gereja bersama anaknya dengan menggunakan transportasi daring. Setibanya di depan gerbang gereja, situasi awal tampak normal sebelum akhirnya berubah menjadi tragedi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sorong, Iptu Erikson Sitorus, menjelaskan bahwa peristiwa penikaman terjadi sekitar pukul 09.00 WIT. Dari keterangan saksi serta hasil olah tempat kejadian perkara, pelaku diduga sudah berada di sekitar lokasi sebelum korban tiba.

“Beberapa menit setelah korban turun dari kendaraan, terduga pelaku langsung mendekat dan melakukan penikaman menggunakan senjata tajam,” ujar Iptu Erikson.

Meski mengalami luka serius, korban sempat berupaya menyelamatkan diri sambil menggendong anaknya menuju pintu gereja untuk meminta pertolongan. Namun nahas, korban akhirnya terjatuh di halaman gereja dan meninggal dunia akibat luka tusuk yang dialaminya. Anak korban selamat dan telah mendapat pendampingan.

Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri menggunakan kendaraan Hilux hitam tanpa nomor polisi. Aparat kepolisian yang menerima laporan dengan cepat langsung mendatangi lokasi, melakukan sterilisasi area, memasang garis polisi, serta mengamankan sejumlah saksi yang berada di sekitar TKP.

Polres Sorong memastikan bahwa identitas terduga pelaku telah diketahui, dan saat ini tim khusus sedang melakukan pengejaran intensif. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan motif, termasuk relasi antara korban dan pelaku, guna memastikan latar belakang peristiwa secara utuh.

“Kami masih mendalami motif serta hubungan korban dan pelaku. Semua kemungkinan kami telusuri secara profesional dan berbasis fakta,” tegas Kasat Reskrim.

Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Dukungan masyarakat dinilai penting agar proses penyelidikan dapat berjalan optimal.

“Kami menjamin penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan tuntas. Mohon masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas dan tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat proses hukum,” tambahnya.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan visum et repertum. Polres Sorong memastikan perkembangan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik sesuai dengan tahapan penyidikan yang berjalan.

(TK)

Posting Komentar

0 Komentar