Padang Panjang, 24 Mei 2026 — Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat sekaligus Sekretaris DPW Partai NasDem Sumbar, Nanda Satria kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan generasi muda Sumatera Barat melalui penyelenggaraan Pelatihan Digital Marketing dan Affiliate TikTok yang berlangsung pada 24–26 Mei 2026 di Kota Padang Panjang.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DPRD Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Haluan, komunitas digital Jago Komunitas, serta para kreator konten dan TikToker dari Jakarta.

Program ini merupakan inisiatif langsung dari Nanda Satria melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan kapasitas generasi muda di era ekonomi digital.

Pelatihan mengusung tema:

“Melalui Pelatihan Digital Marketing Kita Tingkatkan Kemampuan Pelaku Usaha Muda dalam Menjangkau Pasar yang Lebih Luas, Memperkuat Branding dan Meningkatkan Penjualan Melalui Platform Digital.”

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan materi bertajuk:

“Affiliate & Livestreamer = Cuan Puluhan Juta Hingga Miliaran dari Rumah.”

Kegiatan ini mendapat antusiasme luar biasa dari generasi muda Sumatera Barat. Tercatat ribuan anak muda dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan tersebut. Namun, setelah melalui proses seleksi, peserta yang diterima sebanyak 90 orang dengan usia maksimal 30 tahun dan mayoritas berasal dari kalangan Generasi Z.

Para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai digital marketing, affiliate marketing, content creator, livestreaming, branding produk, hingga strategi pemasaran digital modern. Tidak hanya teori, peserta juga dibimbing secara praktik oleh mentor profesional dan affiliator nasional yang telah sukses di platform digital.

Dalam sambutannya, Nanda Satria menegaskan bahwa anak muda Sumatera Barat harus mampu menjadi pelaku utama dalam ekonomi digital, bukan hanya menjadi penonton atau konsumen teknologi semata. Menurutnya, peluang ekonomi digital saat ini sangat terbuka luas dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang memiliki kreativitas serta kemauan belajar.

“Kita ingin anak-anak muda Sumbar menjadi generasi kreatif, inovatif, dan produktif. Handphone, Android, maupun iPhone jangan hanya dipakai untuk hiburan semata, tetapi harus bisa menjadi alat untuk menghasilkan dan membangun usaha,” tegas Nanda Satria.

Ia juga menekankan bahwa anak muda saat ini membutuhkan banyak hard skill maupun soft skill agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Menurutnya, pelatihan seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk menciptakan ekosistem digitalpreneur muda di Sumatera Barat.

Nanda Satria menjelaskan bahwa tahun sebelumnya program serupa telah menjadi pelatihan affiliate pertama yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Sumatera Barat. Program tersebut dinilai berhasil melahirkan banyak entrepreneur muda digital.

“Alhamdulillah, dari pelatihan sebelumnya sudah banyak anak muda yang berkembang menjadi affiliator dan livestreamer. Ada yang penghasilannya rata-rata Rp3 juta sampai Rp5 juta per bulan, bahkan ada yang sudah mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Para peserta nantinya akan mendapatkan pendampingan lanjutan melalui program inkubasi digital serta dihubungkan dengan berbagai brand dan perusahaan yang telah bekerja sama dengan Haluan Digital Agency yang dikenal sebagai salah satu agensi affiliator TikTok terbesar di Indonesia.

Menurut Nanda Satria, perkembangan platform digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga marketplace harus dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda untuk memperkuat UMKM dan ekonomi kreatif daerah.

“Kita tidak boleh tertinggal dalam era digital. Anak muda Sumbar harus berani tampil, berani berkarya, dan mampu bersaing secara nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Sementara itu, laporan kegiatan disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Mahdianur. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat pengembangan ekonomi kreatif dan transformasi digital masyarakat melalui program Digital Nagari Hub dan Nagari Creative Hub.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Dalam sambutannya, gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada Nanda Satria atas inisiatif dan kepeduliannya dalam membina generasi muda Sumbar menghadapi era digital.

Menurut gubernur, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, serta transformasi digital menjadi bagian penting dari pembangunan Sumatera Barat ke depan.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, Imbral, Rahmat Hidayat, Alias Chandra, M. Yusuf, Nasrul A, para tokoh masyarakat, komunitas digital, serta peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Melalui kegiatan ini, Nanda Satria berharap lahir lebih banyak entrepreneur muda digital dari Sumatera Barat yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi daerah, serta membawa produk-produk lokal Sumbar menembus pasar nasional maupun intinternasional

Rls