Padang – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat, , memimpin langsung kegiatan silaturahmi bersama para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sumatera Barat, wartawan dari berbagai media, serta penggiat anti korupsi. Kegiatan tersebut digelar di ruang lantai lima Kantor Kejati Sumbar, Padang, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.13/02/2026
Dalam suasana penuh keakraban dan dialogis, Kajati membuka acara dengan melakukan absensi dan menyebutkan satu per satu nama rekan-rekan wartawan dari media televisi, cetak, dan online yang hadir. Ia juga memperkenalkan jajaran pejabat utama di lingkungan Kejati Sumbar.
Eka diperkenalkan sebagai Asisten Intelijen (Asintel), Fajar sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), serta jajaran pejabat lainnya di berbagai bidang. Selain itu, seluruh Kepala Kejaksaan Negeri se-Sumatera Barat turut hadir dan diperkenalkan satu per satu oleh Kajati.
Dalam sambutannya, Muhibuddin menegaskan komitmen jajarannya dalam menjalankan amanah penegakan hukum.
“Saya sampaikan bahwa semua Kajari saya bagus dan insyaallah amanah dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kejati Sumbar membuka ruang seluas-luasnya terhadap keterbukaan informasi publik, khususnya kepada media massa.
“Saya membuka ruang dalam informasi keterbukaan informasi publik ke media. Media dan penggiat anti korupsi adalah mitra strategis kami dalam menjaga integritas dan memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, insan pers, serta elemen masyarakat sipil dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah Sumatera Barat.
Kajati menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan kontrol sosial yang konstruktif dari masyarakat. Silaturahmi ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mengawal berbagai perkara yang menjadi perhatian publik.
Sementara itu, perwakilan wartawan dan penggiat anti korupsi menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai forum seperti ini penting dalam membangun komunikasi dua arah yang sehat, terbuka, dan profesional. Sejumlah peserta juga menyampaikan harapan agar Kejati Sumbar terus meningkatkan transparansi, khususnya dalam penanganan perkara korupsi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Dalam sesi dialog, turut dibahas sejumlah isu strategis, mulai dari percepatan penanganan perkara, penguatan pengawasan internal, hingga upaya pencegahan korupsi melalui edukasi hukum kepada masyarakat.
Kegiatan silaturahmi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga independensi masing-masing pihak, serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas di seluruh wilayah Sumatera Barat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
(Fitrya S)

0 Komentar